“D I L E M A”
Anginku tak lagi sejuki mu
Untuk apa lagi kusujud bersimpuh
Memohon padamu
Pelangi tak menghendakiku
Membuatnya kelabu
Takkan ada lagi jiwa yang menatap takjub indahnya
Selalu saja dukaku yang membuat bumi hilang arah
Darahku adalah anggur manis
Untuk keharibaan seorang dewi
Kala mentari tertawa menyaksikan kisahku
Disaat bulan tersenyum menatap sepiku
Aku tak peduli
Kau tahu
Betapa sakit yang kurasakan
Disaat menjadi sungguh-sungguh tak berarti
Tak dihargai
Tak di harapkan
Dan tak berguna
Dilema
Kenapa bumi menyuguhiku hal sesulit itu
Benci aku dengan keadaaan ini
Tak mengertikah
Saat ombak harus memilih
Untuk menjadi penghancur atau pemberi keindahan
Rumit
Itulah yang kini kurasakan